Minggu, 12 April 2026

Pikun pada Usia Pensiun: Kapan Wajar, Kapan Harus Waspada?

 Abdul Rahman Saleh

(pensiunan Pustakawan IPB) 

Saat memasuki usia pensiun, banyak orang mulai mengeluh mudah lupa. Lupa menaruh barang, lupa nama orang, atau lupa janji sering dianggap hal biasa karena usia.

Memang benar, sebagian pikun adalah wajar. Namun perlu diketahui, ada pikun yang menandakan penyakit, dan ini penting dikenali sejak awal agar tidak terlambat ditangani.

Artikel sederhana ini ditujukan para lansia, khususnya para pensiunan, agar dapat memahami pikun dengan mudah dan tahu cara mencegahnya.

Pikun yang Masih Wajar

Pikun ringan merupakan bagian dari proses menua dan tidak berbahaya.

Ciri-cirinya:

  • Lupa sesaat, tapi kemudian ingat kembali
  • Lupa menaruh barang, tapi masih bisa menemukannya
  • Kadang lupa janji, tapi masih bisa mengurus diri sendiri
  • Masih mengenali keluarga dan lingkungan

Pikun seperti ini tidak perlu panik, cukup jaga pola hidup sehat.

Pikun yang Perlu Diwaspadai

Pikun tidak lagi wajar bila semakin sering, semakin parah, dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Tanda-tandanya antara lain:

  • Lupa berat dan tidak ingat lagi
  • Tidak mengenali keluarga dekat
  • Bingung hari, tanggal, atau tempat
  • Sering tersesat di tempat yang sudah dikenal
  • Sulit berbicara atau memahami pembicaraan
  • Emosi dan perilaku berubah drastis

Jika tanda ini muncul, segera periksa ke dokter atau puskesmas.

Penyebab Pikun karena Penyakit

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan pikun berat:

  • Penyakit Alzheimer atau demensia
  • Stroke atau gangguan pembuluh darah otak
  • Depresi pada usia lanjut
  • Kekurangan vitamin tertentu
  • Efek samping obat-obatan

Sebagian penyebab bisa diobati atau dikendalikan bila diketahui lebih awal.

Cara Sederhana Mencegah Pikun

Berikut langkah mudah yang bisa dilakukan sehari-hari:

1. Tetap Aktif Bergerak

  • Jalan kaki 20–30 menit setiap hari
  • Senam ringan atau berkebun

2. Aktifkan Pikiran

  • Membaca, menulis, atau bercerita
  • Bermain catur atau teka-teki

3. Jangan Menyendiri

  • Sering berbincang dengan keluarga
  • Ikut kegiatan sosial atau keagamaan

4. Makan Sehat

  • Perbanyak sayur, buah, dan ikan
  • Kurangi gula, garam, dan makanan berlemak

5. Cukup Tidur

  • Tidur teratur 6–8 jam
  • Hindari begadang

6. Periksa Kesehatan Secara Rutin

  • Cek tekanan darah, gula, dan kolesterol
  • Minum obat sesuai anjuran dokter

Penutup

Tidak semua pikun adalah penyakit, tetapi pikun yang semakin berat tidak boleh diabaikan. Dengan hidup aktif, makan sehat, dan tetap bersosialisasi, fungsi otak dapat dijaga lebih lama.

Masa pensiun adalah masa untuk menikmati hidup. Dengan menjaga kesehatan tubuh dan pikiran, para pensiunan bisa tetap mandiri, tenang, dan bermakna.

Ingat: otak yang sering dipakai akan lebih lama bertahan. (ARS, 12/01/2026)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sebelum Berbicara di Depan Publik

Abdul R Saleh Belakangan ini, kita sering menyaksikan pola yang berulang dalam ruang publik. Seorang pejabat menyampaikan pernyataan, publ...