Abdul Rahman Saleh
(pensiunan Pustakawan
IPB)
Saat memasuki usia pensiun, banyak orang mulai mengeluh mudah
lupa. Lupa menaruh barang, lupa nama orang, atau lupa janji sering dianggap
hal biasa karena usia.
Memang benar, sebagian pikun adalah wajar. Namun perlu
diketahui, ada pikun yang menandakan penyakit, dan ini penting dikenali
sejak awal agar tidak terlambat ditangani.
Artikel sederhana ini ditujukan para lansia, khususnya para
pensiunan, agar dapat memahami pikun dengan mudah dan tahu cara mencegahnya.
Pikun yang Masih Wajar
Pikun ringan merupakan bagian dari proses menua dan tidak
berbahaya.
Ciri-cirinya:
- Lupa
sesaat, tapi kemudian ingat kembali
- Lupa
menaruh barang, tapi masih bisa menemukannya
- Kadang
lupa janji, tapi masih bisa mengurus diri sendiri
- Masih
mengenali keluarga dan lingkungan
Pikun seperti ini tidak perlu panik, cukup jaga pola
hidup sehat.
Pikun yang Perlu Diwaspadai
Pikun tidak lagi wajar bila semakin sering, semakin parah,
dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Tanda-tandanya antara lain:
- Lupa
berat dan tidak ingat lagi
- Tidak
mengenali keluarga dekat
- Bingung
hari, tanggal, atau tempat
- Sering
tersesat di tempat yang sudah dikenal
- Sulit
berbicara atau memahami pembicaraan
- Emosi
dan perilaku berubah drastis
Jika tanda ini muncul, segera periksa ke dokter atau
puskesmas.
Penyebab Pikun karena Penyakit
Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan pikun berat:
- Penyakit
Alzheimer atau demensia
- Stroke
atau gangguan pembuluh darah otak
- Depresi
pada usia lanjut
- Kekurangan
vitamin tertentu
- Efek
samping obat-obatan
Sebagian penyebab bisa diobati atau dikendalikan bila
diketahui lebih awal.
Cara Sederhana Mencegah Pikun
Berikut langkah mudah yang bisa dilakukan sehari-hari:
1. Tetap Aktif Bergerak
- Jalan
kaki 20–30 menit setiap hari
- Senam
ringan atau berkebun
2. Aktifkan Pikiran
- Membaca,
menulis, atau bercerita
- Bermain
catur atau teka-teki
3. Jangan Menyendiri
- Sering
berbincang dengan keluarga
- Ikut
kegiatan sosial atau keagamaan
4. Makan Sehat
- Perbanyak
sayur, buah, dan ikan
- Kurangi
gula, garam, dan makanan berlemak
5. Cukup Tidur
- Tidur
teratur 6–8 jam
- Hindari
begadang
6. Periksa Kesehatan Secara Rutin
- Cek
tekanan darah, gula, dan kolesterol
- Minum
obat sesuai anjuran dokter
Penutup
Tidak semua pikun adalah penyakit, tetapi pikun yang
semakin berat tidak boleh diabaikan. Dengan hidup aktif, makan sehat, dan
tetap bersosialisasi, fungsi otak dapat dijaga lebih lama.
Masa pensiun adalah masa untuk menikmati hidup. Dengan
menjaga kesehatan tubuh dan pikiran, para pensiunan bisa tetap mandiri,
tenang, dan bermakna.
Ingat: otak yang sering dipakai akan lebih lama
bertahan. (ARS, 12/01/2026)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar